Rabu, 27 Oktober 2010
becelatu kuday
hasil copas dari file lama
kamus bahasa
bahasa yang baik dan benar
Majuh = Makan
Dedumbet = Bejalan Lambat
Beguyur = Pelan-pelan
Lame = Lama
Tekelisuh = Keseleo
Gancang = Cepat
Buri = Paon = Belakang
Bejirih = Bercerita
Bange = Buyan = Bodoh
Semende = Nikah
kudai = bentar
kelle = tunggu
pendekil = kosetan = korek api
batakke = taruh
duare = jendela = pintu
katup = tutup
kabba = kamu
UNCAM-UNCAM = sarapan
LALI = Gila
BELIGAT = berputar
DEDEMBAT = berjalan kaki menghentakDENGAH = kamu (panggilan utk laki2 ke perempuan atw sebalikny)
KERBAI = perempuan yang sudah pnya suami
BATIN = laki2 yg sudah pnya istri
MUANAI = saudara laki2
KELAWAI = saudara perempuan
MILU = ikut
PUCUK = atas
TUAPE = apa
LUK MANE = bagaimana
KINA'I = Lihat
BUSUNG = perut
KETING = kaki
SARE = Susah
BEGHADU = berhenti/istirahat
SAPUT = selimut
RETINYE = artinya
KINAH = Saja
ASAK = asal
AGI = lagi
ENJUK = memberi
DUMI = Rakus
JABAN = Keterlaluan
ENGKUAYE = Kamu (Sapaan kpd mertua)
SAPEAN = Lapar
GELGASAN = Badan Terasa Panas Dingin
ANAK BUNTING = Menantu perempuan
PAUN = BURI = Belakang
SANGSILE = Pepaya
SELEME = Pilex
BESILE = Ubi
NERAKUI = Duduk Termenung
Diamku, Aku Ingin Mencintaimu Karena Allah
Bukan Itu yg Kumau*...
- diamku bukan karena bisu
- tak melihatmu bukan kumelupakanmu
- acuhkan kata-katamu bukan kutelah bosan padamu
Sungguh!...karena kutakut salah niatku padamu..!!! :'))
- diamku bukan karena bisu
- tak melihatmu bukan kumelupakanmu
- acuhkan kata-katamu bukan kutelah bosan padamu
Sungguh!...karena kutakut salah niatku padamu..!!! :'))
selamat jalan
11.30 WIB, baru saja duduk membisu di kaki rumah
terdiam dalam keheningan siang
hanya terdengar suara kendaraan yang hilir mudik tiada henti
ditemani desir angin melalui lambaian dedaunan
tiba-tiba tersentak diri
akhirnya beranjak meninggalkan kursi malas
tubuh itu sudah membeku
hawa panas baru saja beranjak dari jasadnya
tubuh ringkih itu telah pulang untuk selamanya
tangan dan kakinya tak lagi hangat
merinding bulu kudukku merasakan dinginnya jasad lelaki tua itu
begitu tenang
hanya istri yang setia menemaninya
tak ada anak atau keluarga yang lain
pergi tak ada pesan ia akan pergi selamanya
tak berani diri untuk berkata
ikhlaskan beliau
serak suara tua disampingnya
dengan tabah wanita tua itu menyilangkan tangan lelaki tua itu
ia begitu pasrah
ya lelaki itu telah terbujur kaku
jasadnya telah ditinggalkan oleh jiwanya
dia telah berpulang dengan damai
lama kami bertatap untuk meyakinkan diri bahwa ia telah pergi
samar-samar suara serak mulai terdengar
ya....
menangislah
keluarkan semua sedu jangan ditahan
dan kemudian ikhlaskan beliau
innalillahi wainailaihi rojiun
semoga amal ibadahmu diterima disisi-Nya yang mulia
lelaki tua yang kujumpai siang ini
terdiam dalam keheningan siang
hanya terdengar suara kendaraan yang hilir mudik tiada henti
ditemani desir angin melalui lambaian dedaunan
tiba-tiba tersentak diri
akhirnya beranjak meninggalkan kursi malas
tubuh itu sudah membeku
hawa panas baru saja beranjak dari jasadnya
tubuh ringkih itu telah pulang untuk selamanya
tangan dan kakinya tak lagi hangat
merinding bulu kudukku merasakan dinginnya jasad lelaki tua itu
begitu tenang
hanya istri yang setia menemaninya
tak ada anak atau keluarga yang lain
pergi tak ada pesan ia akan pergi selamanya
tak berani diri untuk berkata
ikhlaskan beliau
serak suara tua disampingnya
dengan tabah wanita tua itu menyilangkan tangan lelaki tua itu
ia begitu pasrah
ya lelaki itu telah terbujur kaku
jasadnya telah ditinggalkan oleh jiwanya
dia telah berpulang dengan damai
lama kami bertatap untuk meyakinkan diri bahwa ia telah pergi
samar-samar suara serak mulai terdengar
ya....
menangislah
keluarkan semua sedu jangan ditahan
dan kemudian ikhlaskan beliau
innalillahi wainailaihi rojiun
semoga amal ibadahmu diterima disisi-Nya yang mulia
lelaki tua yang kujumpai siang ini
Langganan:
Postingan (Atom)

