Selasa, 09 November 2010
kerajinan dari mote-mote
bahan:
mote-mote
benang pancing
gunting
cara membuat
ribet ngasih taunya xixixi private aja ke toko mote2 pas beli mote2nya ntr diajarin disana :)
prinsip belajar
Prinsip yang berlaku umum dalam proses pembelajaran barkaitan dengan perhatian dan motivasi, keterlibatan langsung/berpengalaman, pengulangan, tantangan, balikan dan penguatan, serta perbedaan individual.
Perhatian dan motivasi memiliki peranan penting dalam kegiatan belajar. Motivasi merupakan tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang. Motivasi merupakan tujuan dan alat dalam pembelajaran. Sebagai tujuan, motivasi merupakan salah satu tujuan dalam mengajar. Guru berharap bahwa siswa tertarik dalam kegiatan intelektual dan estetik sampai kegiatan belajar berakhir. Sebagai alat, motivasi merupakan salah satu faktor seperti halnya intelegensi dan hasil belajar sebelumnya yang dapat menentukan keberhasilan belajar siswa dalam bidang pengetahuan nilai-nilai dan keterampilan.
Motivasi mempunyai kaitan yang erta dengan minat. Siswa yang memiliki minat terhadap suatu bidang studi tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasinya untuk mempelajari bidang studi tersebut. Motivasi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianggap penting dalam kehidupannya. Perubahan nilai-nilai yang dianut akan mengubah tingkah laku manusia dan motivasinya.
Ada beberapa taktik dan strategi harus diperhatikan prinsip-prinsip umum belajar tersebut. Hamalik Oemar, 2009 menyebutkan beberapa prinsip umum belajar yang dimaksud adalah:
1. Proses belajar ialah pengalaman, berbuat, mereaksi, dan melampaui (under going),
2. Proses itu melalui bermacam-macam ragam pengalaman dan mata pelajaran yang terpusat pada suatu tujuan tertentu,
3. Pengalaman belajar secara maksimum bermakna bagi kehidupan murid,
4. Pengalaman belajar bersumber dari kebutuhan dan tujuan murid sendiri yang mendorong motivasi yang kontinu,
5. Proses belajar dan hasil usaha belajar disyarati oleh heriditas dan lingkungan
6. Proses belajar dan hasil usaha belajar secara materiil dipengaruhi oleh perbedaan-perbedaan individu dikalangan murid-murid.
7. Proses belajar berlangsung secara efektif apabila pengalaman-pengalaman dan hasil-hasil yang diinginkan sesuai dengan kematangan siswa,
8. Proses belajar yang terbaik adalah apabila murid mengetahui status dan kemajuan,
9. Proses belajar merupakan kesatuan fungsional dari berbagai prosedur,
10. Hasil-hasil belajar secara fungsional bertalian satau sama lain, tetapi dapat didiskusikan secara terpisah,
11. Proses belajar berlangsung secara efektif dibimbingan yang merangsang dan membimbing tanpa tekanan dan paksaan,
12. Hasil-hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, abilitas dan keterampilan,
13. Hasil-hasil belajar diterima oleh murid apabila memberi kepuasan kepada kebutuahannya dan berguna serta bermakna baginya,
14. Hasil-hasil belajar dilengkapi dengan jalan serangkaian pengalaman-pengalaman yang dapat dipersamakan dan dengan pertimbangan yang baik,
15. Hasil-hasil belajar itu lambat laun dipersatukan menjadi kepribadian dengan kecepatan yang berbeda-beda,
16. Hasil-hasil belajar yang telah dicapai adalah bersifat kompleks dan dapat berubah-ubah (adaptable), jadi tidak sederhana dan statis.
faktor belajar
Faktor-Faktor Belajar
Prinsip-prinsip belajar yang hanya memberikan petunjuk umum tentang belajar. Tetapi prinsip-prinsip itu tidak dapat dijadikan hukum belajar yang bersifat mutlak, kalau tujuan belajar berbeda maka dengan sendirinya cara belajar juga harus berbeda, contohnya: belajar untuk memperoleh sifat berbeda dengan belajar untuk mengembangkan kebiasaan dan sebagainya. Karena itu, belajar yang efektif sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor kondisional yang ada.
Menurut Hamalik Oemar ada beberapa faktor dalam belajar, diantaranya:
1. Faktor kegiatan, penggunaan dan ulangan, siswa yang belajar diperlukan untuk melakukan banyak kegiatan baik kegiatan neural system, seperti melihat, mendengar, merasakan, berfikir, kegiatan motoris, dan sebagainya maupun kegiatan-kegiatan lainnya yang diperlukan untuk memperoleh pengetahuan, sikap, kebiasaan dan minat. Apa yang telah dipelajari perlu digunakan secara praktis dan diadakan ulangan secara kontinu dibawah kondisi yang serasi, sehingga penguasaan hasil belajar menjadi lebih mantap.
2. Belajar memerlukan latihan, dengan jalan: relearning, recalling dan reviewing agar pelajaran yang terlupakan dapat dikuasai kembali dan pelajaran yang belum dikuasai akan dapat lebih mudah dipahami.
3. Belajar siswa lebih berhasil, berlajar akan lebih berhasil jika siswa merasa berhasil dan mendapatkan kepuasannya. Belajar hendaknya dilaksanakan dalam suasana yang menyenangkan.
4. Siswa yang belajar perlu mengetahui apakah ia berhasil atau gagal dalam belajarnya. Keberhasilan akan menimbulkan kepuasan dan mendorong belajar lebih baik, sedangkan kegagalan akan menimbulkan frustasi.
5. Faktor asosiasi besar manfaatnya dalam belajar, karena semua pengalaman belajar antara yang lama dengan yang baru, secara berurutan diasosiasikan, sehingga menjadi satu kesatuan pengalaman.
6. Pengalaman masa lampau (bahan apresiasi) dan pengertian-pengertian yang telah dimiliki oleh siswa besar peranannya dalam proses belajar. Pengalaman dan pengertian itu menjadi dasar untuk menerima pengalaman-pengalaman baru dan pengertian-pengertian baru.
7. Faktor kesiapan belajar. Murid yang telah siapa belajar akan dapat melakukan kegiatan belajar lebih mudahdan lebih berhasil. Faktor kesiapan ini erat hubungannya dengan masalah kematangan, minat, kebutuhan, dan tugas-tugas perkembangan.
8. Faktor minat dan usaha. Belajar dengan minat akan mendorong siswa belajar lebih baik daripada belajar tanpa minat. Minat ini timbul apabila murid tertarik akan sesuatu karena sesuai dengan kebutuhannya atau merasa bahwa sesuatu yang akan dipelajari dirasakan bermakna bagi dirinya. Namun demikian, minat tanpa adanya usaha yang baik maka belajar juga sulit untuk berhasil.
9. Faktor-faktor fisiologis. Kondisi badan siswa yang belajar sangat berpengaruh dalam proses belajar. Badan yang lemah, lelah akan menyebabkan perhatian tak mungkin akan melakukan kegiatan belajar yang sempurna. Karena itu faktor fisiologis sangat menentukan berhasil atau tidaknya murid belajar.
10. Faktor intelegensi. Murid yang cerdas akan lebih berhasil dalam kegiatan belajar, karena ia lebih mudah menangkap dan memahami pelajaran dan lebih mudah mengingat-ingatnya. Anak yang cerdas akan lebih mudah berpikir kreatif dan lebih cepat mengambil keputusan. Hal ini berbeda dengan siswa yang kurang cerdas, para siswa yang lamban.
pengertian belajar
Pengertian Belajar
Belajar merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi, baik yang bersifat eksplisit maupun implisit (tersembunyi). Menurut Gage dalam Saiful Saggala,2007; belajar adalah sebagai suatu proses dimana suatu organisma berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman. Gagasan ini berarti belajar juga membutuhkan tempat dan waktu. Belajar disimpulkan terjadi bila tampak tanda-tanda bahwa perilaku manusia berubah sebagai akibat terjadinya proses pembelajaran. Perhatian utama dalam belajar adalah perilaku verbal dari manusia, yaitu kemampuan manusia untuk menangkap informasi mengenai ilmu pengetahuan yang diterimanya dalam belajar.
Selain itu Belajar pada prinsipnya adalah perubahan mental pada diri siswa. Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Proses belajar terjadi berkat siswa memperoleh sesuatu yang ada di lingkungan sekitar. Lingkungan yang dipelajari oleh siswa berupa keadaan alam, benda-benda, hewan, tumbuhan-tumbuhan, manusia tau hal-hal yang dijadikan bahan belajar. Tindakan belajar tentang suatu hal tersebut tampak sebagai perilaku belajar yang tampak dari luar (Dimyati & Mudjiono,2009).
Sedangkan Hamalik Oemar,2009 mengatakan bahwa Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman, yang artinya belajar adalah suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan kelakuan.
Bukti bahwa seseorang telah belajar ialah terjadinya perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan tidak mengerti menjadi mengerti. Tingkah laku memiliki unsur subjektif dan unsur motoris. Unsur subjektif adalah unsur rohaniah sedangkan unsur motoris adalah unsur jasmaniah.
tak ingin peduli
duduk sendiri ditepan
menanti lembayung menyapa
aku tak ingin peduli
aku tak ingin peduli
aku tak ingin peduli
siapa siapa siapa itu
aku tak ingin peduli
hendak pergi kemana
aku tak ingin peduli
menanti lembayung menyapa
aku tak ingin peduli
aku tak ingin peduli
aku tak ingin peduli
siapa siapa siapa itu
aku tak ingin peduli
hendak pergi kemana
aku tak ingin peduli
tersenyumlah
hari ini aku merengek minta dibelikan sepatu baru..
lalu..
aku melihat anak yg kakinya buntung...
Luar Biasa!
Qian HongYan - Gadis Puntung yang masih tersenyum menyambut dunia Qian Hongyan mengalami kecelakaan dan kehilangan kedua kakinya bahkan pinggulnya, dan perlu mencari jalan keluar.
![[]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_sYs2yC3qhmqEhfbivOWvYMrPBEMw8Kw1NAJMBVM2ztV8T1ZM-Wkw3ODig-zD_xfJlP5Htu8NWczvJQ8heAsxTLE_Rioo34id7Gu-JartCXnRxxG-mT07VC00SteebMOT-uE90vHEDA3TU2RBx5PGfC6OLjsSUgiRMpBJBQ4QE4Mrl9GrMJGXDPvgzd8U9u=s0-d)
Keluarganya di Cina miskin dan tidak dapat membeli kaki palsu, maka ia menggunakan bola basket untuk memudahkan gerakannya. Qian Hongyan juga dikenal sbg Basket Ball Girl.
-
![[]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_u5BGV6mdmorZRatSQlWJYpw6A85FDmJIMyVShWVY_weBUBdPmttIaL5eMOZVYsnOcuWBpdBKXhRVbhcdVeXl7xiKWYgaLefEQVAXHnv6KrDI2oSM1z0OT_jAxpl6oAh6u-25CBHsrVDXGA3lwot7KcF4mAeZ7bpToULOASyzSCFgPpxJq2eKp6KDs1Hfmj=s0-d)
Qian menggunakan dua sangga kayu untuk menyeret tubuhnya dan tidak mengeluh, walau dia telah gonta ganti bola basket 6 kali.
-
![[]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_sMoTG6i7ZbqU9FgGXl96m7aPBCWgC7nq9JLY98TmMXIOtqb2hsDBMAQvug8fz5lhSh0nlumfFo11zk5CWAUbBjHvDeIMVS4RJJAzwGnxb0dRZTy8DgR8zw3-7Zzgi0uYIZCMYd95MottomacqdbHNITB8LUQvZhX2hFmz0KhxfZGIGxkdKaTNjzhp0WFaD=s0-d)
ia tetap ke sekolah, walaupun harus bersusah payah ke sana.
-
![[]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_s8vxp6kc1-K83n-wnVNs96qZyICGOnnuzKOoEcakS0RIRjiv9kGNvp8fvQpm_FIAxWc8xAzTc_eq1vrZvbmM7p9Sho4lpg8XHfHYtBAkrm-Cz69DZ8HqkWZpQVrq3AyNaead9BvrMne0wIqcZoU4U1xy5spVn9LQntJFsCnr6qx06tqfLCGxjnRZBScy1c=s0-d)
Dan.. ia tetap tersenyum menyambut dunia
![[]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_ub0RcqGBAX_enV_ToqrXdIWuVbMFzFLrZnBIpZphk9CAt5Unc37OOVFnTip2Rq6aMDULLnK6YU1WB2yKv733C1UEIrF2Rhj_AbaXUFR9sRxDExYPNZU0hVNnrWFJlrdpJ_I1gvHPpOum2Xaf0mn1COAihevnsOcPcoM_cK1bSufXnWcIBi2kXlO6JVN9Fl=s0-d)
Dan.. ia tetap tersenyum menyambut dunia
![[]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_vn6gDrwrAHv8KMGywiiiP1RzHaszVt_GDDCxyfABIpWjswtt4lVha39_Y1B2b3HjUv7fz-DzaplLJn3byCOUHq4NL8_TWa-ync0E5NOjCiXQT-Agge9IJpgaZ11zCmqZJLhZQTjWxOLfu2M6qxpj1NmObKK4Zx2wHzVefCBOyoXx3n1n0HywOHgJJI3Ps3=s0-d)
Dan.. ia tetap tersenyum menyambut dunia
![[]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_vYESiYgfXomCHz1Q5gMCDxXR11BdaXi50kIj9IsiW80ZkDpuhEFtbe5wKede4UISsso2eq1c_W66gLznpQIdkzKBVC0gCuvlUIXK-mA0G-nyrUhXWCj3dzBT7euq_5kF5TNSaDSBSOMj48b1W4ejaeM57rDYhAO4pGFEPtnnV7KWx_Ujdz1LBQYwedSdwU=s0-d)
Dan.. ia tetap tersenyum menyambut dunia
-
Setelah bbrp lama, Ada yang berbaik hati dan menyumbangkan kedua kaki palsu untuk Qian HongYan
![[]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_ufRUiWzZlm0NxoiVFHFiZPUUpDStkvfgc_F3AX2GCnTmbQdLJbmF1hXJntA2k8ksyPpzHGXQAbWrby9nYzPRuqX1KA-73_lu6pEb0AE0jm80xdjlNSouRAf2FArpk9zSY3QAyI_x3vYmrBTPeKT5Pil09LNQT75hqwVw2ng6LN7H-v4xqmiUkk1NHGLcI3=s0-d)
![[]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_tPd3ys5TWtWzai-WG4pu8RlWbRAnIr7PUahXZwXUGkWJzavBAhbXwhy3EXTwr3YdutUFpQFBAH61cO_Rjn5EGXRP8qA1ggDDYFXA3pmTimKr90wQIQgp1omPSk_6vezTdFy7suGFBOn9wY7gi_piCpUTSgEPB7KOZHvAiqdn4Al0Q77txxPS46-2UYb-Jm-A=s0-d)
![[]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_u-7g47UIbVJhj74T1H7nsRm8wMAOvuqlGqHj-7if8lCIAxDWpGvet6m6qxx1y8e03oQ7Y0auqQUori1pWYM5xKwsWUISjnzPgVyXBqmZvtpn6QFefMj787AZe6LIc7dGPkLvaKceKQLGm2Bu8ulE4XarFqdHaAf5Cg9KWI_7qSBQNT-xbpR7Ol3RwuPCQfFw=s0-d)
![[]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_tF7JlgpQePP6UV5TYsaDRwGsKxRzBcNkRkVw1M865gTsFXnXL3zvEry1yBeoBhB2Is2cG4wajzioQXviepGiocMKIpvS7wEQ4vJWJC7u0SQzjLG_f1hOfgwPUHCMdpc5q6N-rTlggNXBzI2-mpC80TKy-DBDlZ5wXaQpsW8o3x4wSXAXCydV-hf216Wj-m6g=s0-d)
![[]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_uQmwfnGZqSsbHFcK7EBFE8n3TnyiftGhCtj2niS5WLLxhweq_U1bnLqwwFVN2Wjwgc8-GP9UK1G_qrSdi-kycO46zCe02xQUeqxaGbMw0vPF2KCKfOzrwkjbOVuG0RoaDvOpCAjxijyuplwUYp_gSb_gbZAxmNAvT1h1Qm4Wod5WjJ2WbNoT6_f5kgnBYN=s0-d)
Menghibur Teman Senasib dan .. Happy aja, Masih Tersenyum menyambut dunia ini..
Qian HongYan - Gadis Puntung yang masih tersenyum menyambut dunia Qian Hongyan mengalami kecelakaan dan kehilangan kedua kakinya bahkan pinggulnya, dan perlu mencari jalan keluar.
Keluarganya di Cina miskin dan tidak dapat membeli kaki palsu, maka ia menggunakan bola basket untuk memudahkan gerakannya. Qian Hongyan juga dikenal sbg Basket Ball Girl.
-
Qian menggunakan dua sangga kayu untuk menyeret tubuhnya dan tidak mengeluh, walau dia telah gonta ganti bola basket 6 kali.
-
ia tetap ke sekolah, walaupun harus bersusah payah ke sana.
-
Dan.. ia tetap tersenyum menyambut dunia
Dan.. ia tetap tersenyum menyambut dunia
Dan.. ia tetap tersenyum menyambut dunia
Dan.. ia tetap tersenyum menyambut dunia
-
Setelah bbrp lama, Ada yang berbaik hati dan menyumbangkan kedua kaki palsu untuk Qian HongYan
Menghibur Teman Senasib dan .. Happy aja, Masih Tersenyum menyambut dunia ini..
Senin, 08 November 2010
....
Sabtu, 6 November 2010
gebyar paud se kabupaten tanggamus
lucu lucu anak-anakku
bermain pasir di tepi pantai
gebyar paud se kabupaten tanggamus
lucu lucu anak-anakku
bermain pasir di tepi pantai
jilbab gaul no way
Pernahkah kita berpikir mengapa begitu banyak perempuan dan wanita muslim yang mengenakan ‘jilbab’, namun berpakaian sangat ‘provokatif,’ misalnya menampakkan lekuk-lekuk kemolekan tubuhnya? Fungsi jilbab yang semestinya diarahkan untuk menutupi aurat, seperti dada dan pinggul, justru malah diabaikan.
Sejatinya, penutup kepala seperti itu bukanlah jilbab dalam perspektif hijab yang disyariatkan Islam. Orang-orang lebih menyebutnya dengan “kerudung gaul”. Atau diistilahkan Milasari Astuti –dalam artikelnya di sebuah situs Islam— dengan istilah “jilbab cekek”, karena memang benar-benar hanya sebatas nyekek leher. Maksudnya, seorang perempuan muslim mengenakan kerudung yang menutupi kepala dan rambutnya, namun berpakaian tipis, transparan, atau ketat sehingga menampakkan lekuk tubuhnya. Semisal, kepala dibalut kerudung atau jilbab, namun berbaju atau kaos ketat, bercelana jean atau legging yang full pressed body, dan lain sebagainya.
Fenomena kerudung gaul atau jilbab cekek adalah fenomena yang sangat membingungkan bagi setiap muslim atau muslimah yang memahami ajaran Islam dengan benar. Ini mengingat, seorang perempuan atau wanita muslim yang mengenakan kerudung gaul, dalam benaknya dia ingin menutup aurat, namun juga ingin tampil pamer modis dan cantik.
Beberapa gelintir perempuan berkomentar, “Lho, masih mending memakai kerudung atau jilbab gaul, daripada tidak sama sekali?!” Yang lainnya menyatakan, “Ini kan masih belajar untuk menutup aurat.” Ya, kerudung gaul selalu dianggap lebih baik daripada tidak menutup aurat sama sekali. Atau juga dianggap sebagai sebuah proses belajar menutup aurat. Pernyataan-pernyataan tersebut sekilas tampak benar, namun sejatinya sungguh keliru. Karena seorang muslim diharuskan untuk menjalani setiap perintah syariat secara total atau kaffah.
Alih-alih menggunakan kerudung gaul untuk proses belajar menutup aurat, namun setelah itu terkadang lupa akan aturan syariat yang sebenarnya. Walaupun kemudian mereka sadar akan aturan yang sesungguhnya, namun kemudian sulit untuk berubah. Alih-alih dipandang sebagai sebuah kebaikan daripada tidak menutup aurat sama sekali, mereka justru beriman setengah-setengah.
….kerudung gaul tak ubahnya melecehkan syariat Islam dan sebagai bentuk penyaluran selera pribadinya semata. Mereka mengenakan simbol islami, tapi juga nggak mau meninggalkan mode yang sedang booming ….
Bagi para muslimah yang memahami benar ketentuan jilbab sesuai perintah teks Al-Qur‘an dan hadits, mengenakan kerudung gaul tak ubahnya melecehkan syariat Islam dan sebagai bentuk penyaluran selera pribadinya semata. “Maksudnya pengen mengenakan simbol islami, tapi juga nggak mau meninggalkan mode yang sedang booming saat ini. Akibatnya, dalam masalah kerudung aja mesti ada aturan main yang dibuatnya sendiri,” tulis salah seorang akhwat dengan id facebook Hilya Jae-hee, ketika mengomentari topik kerudung gaul.
Begitulah, bisa jadi, para wanita muslim berkerudung gaul berniat hendak menutup aurat, namun memiliki paradigma bahwa perempuan harus ‘mensyukuri’ keindahan tubuh yang telah Allah anugerahi, lalu memamerkannya kepada orang lain. Paradigma ‘bersyukur’ ini semakin meluas di negara-negara yang dikenal ketat menjaga tradisi keagamaan seperti di Timur-Tengah (Timteng). Lihat saja, kini sudah banyak majalah di negara-negara Timteng yang sampulnya memamerkan pose perempuan yang memperlihatkan perut dan bagian-bagian tubuh lainnya. Di luar negara-negara Timteng lainnya, sudah lebih parah dan berani lagi.
Bahkan lucunya, kini semacam ada pandangan yang menyatakan bahwa perempuan yang memilih untuk berjilbab panjang dan mengenakan gamis rapih, maka mereka akan kehilangan respek dari kaum lelaki. Padahal, ditilik dari sudut pandang Islam, perempuan dewasa yang tidak menutup aurat, justru merekalah yang akan kehilangan respek dari setiap muslim dan muslimah, dan kehilangan respek dari Allah tentunya.
Maraknya fenomena penggunaan kerudung gaul atau jilbab nyekek oleh para remaja putri dan wanita muslim, boleh jadi disebabkan pengetahuan mereka yang minim mengenai hijab (jilbab). Sehingga mereka hanya ikut-ikutan saja, sebab pemahaman keislamannya belum mumpuni. Atau mereka termakan berbagai propaganda musuh-musuh Islam yang ingin menggiring kaum muslimah keluar rumah dalam keadaan ‘telanjang’. Propaganda-propaganda yang menyimpulkan bahwa jilbab adalah pakaian adat wanita Arab saja, sampai kepada pelecehan dengan istilah pakaian tradisional. Hingga banyak dari kalangan kaum muslimah termakan olehnya dan meninggalkan jilbab yang syar’i.
Padahal, jilbab yang dikehendaki syariat bermakna milhâfah, berarti baju kurung atau semacam abaya yang longgar dan tidak tipis, atau kain (kisaa‘) apa saja yang dapat menutupi, atau pakaian (tsaub) yang dapat menutupi seluruh bagian tubuh. Di dalam kamus Al-Muhith dinyatakan bahwa ilbab itu laksana sirdab (terowongan) atau sinmar (lorong), yakni baju atau pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang dapat menutupi pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung.
….jilbab yang dikehendaki syariat bermakna milhâfah, berarti baju kurung atau semacam abaya yang longgar dan tidak tipis yang dapat menutupi seluruh bagian tubuh….
Dalam kamus Ash-Shahhah, Al-Jauhari menyatakan, “Jilbab adalah kain panjang dan longgar (milhafah) yang sering disebut mula’ah (baju kurung). Makna jilbab seperti inilah yang diinginkan Allah ketika berfirman, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab: 59)
Para ulama pakar tafsir pun sepakat, jilbab syar’i bermakna sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada. Hal ini membuat seorang muslimah tampak elegan, santun, bermartabat, dan tentunya berkepribadian islami.
Jika seorang wanita muslimah memakai hijab (jilbab), secara tidak langsung dia berkata kepada semua kaum laki-laki, “Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu serta kamu juga bukan milikku, tetapi aku hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang yang merdeka dan tidak terikat dengan siapa pun, dan aku tidak tertarik kepada siapa pun, karena aku jauh lebih tinggi dan terhormat dibanding mereka yang sengaja mengumbar auratnya supaya dinikmati oleh banyak orang.”
Sementara seorang wanita muslim yang mengenakan kerudung gaul atau jilbab nyekek, ber-tabarruj atau pamer aurat dan menampakkan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki lain, akan mengundang perhatian laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba. Secara tidak langsung dia berkata, “Silahkan kalian menikmati keindahan tubuhku dan kecantikan wajahku. Adakah orang yang mau mendekatiku? Adakah orang yang mau memandangiku? Adakah orang yang mau memberi senyuman kepadaku? Atau manakah orang yang berseloroh “Aduhai betapa cantiknya?”
….Wanita yang mengenakan kerudung gaul itu pamer aurat dan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki lain. Mereka mengundang perhatian laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba….
Setiap laki-laki pun sontak berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya. Mata mereka akan menelanjanginya dari atas hingga mata kaki. Sehingga membuat laki-laki terfitnah, maka jadilah dia sasaran empuk laki-laki penggoda dan suka mempermainkan wanita.
Inilah mengapa para pengguna kerudung gaul diibaratkan berpakaian namun telanjang. Hal ini sebagaimana disinyalir Rasulullah dalam sabda beliau, “Dua golongan dari ahli neraka yang tidak pernah aku lihat: seorang yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang dia memukul orang-orang, dan perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggok-lenggok, kepalanya bagaikan punuk onta yang bergoyang. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya, sekalipun ia bisa didapatkan sejak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim)
Ketika ditanya mengenai sabda Nabi: “Berpakaian tapi telanjang”, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjawab, “Yakni wanita-wanita tersebut memakai pakaian, akan tetapi pakaian mereka tidak tertutup rapat (menutup seluruh tubuhnya atau auratnya).”
Ibnu ‘Abdil Barr mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun (berpakaian namun telanjang) adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Lihat: Jilbab Al-Mar‘ah Muslimah, 125-126).
….Rasulullah bersabda bahwa wanita berpakaian tapi telanjang (kasiyatun ‘ariyatun) itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya….
Al-Munawi, dalam Faidh Al-Qadir, mengatakan mengenai makna ‘berpakaian namun telanjang’, “Senyatanya memang wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya dia telanjang. Karena wanita tersebut mengenakan pakaian yang tipis sehingga dapat menampakkan kulitnya. Makna lainnya adalah dia menampakkan perhiasannya, namun tidak mau mengenakan pakaian takwa. Makna lainnya adalah dia mendapatkan nikmat, namun enggan untuk bersyukur pada Allah. Makna lainnya lagi adalah dia berpakaian, namun kosong dari amalan kebaikan. Makna lainnya lagi adalah dia menutup sebagian badannya, namun dia membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutupi) untuk menampakkan keindahan dirinya.”
Hal senada juga dikatakan oleh Ibnul Jauzi yang berpendapat bahwa makna kasiyatun ‘ariyatun ada tiga makna. Pertama, wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita seperti ini memang memakai jilbab, namun sebenarnya dia telanjang. Kedua, wanita yang membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutup). Wanita ini sebenarnya telanjang. Ketiga wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun kosong dari syukur kepada-Nya.
Kesimpulannya, wanita berpakaian telanjang adalah wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya, atau memakai pakaian ketat, sehingga terlihat lekuk tubuhnya, dan wanita yang membuka sebagian aurat yang wajib dia tutup.
PAKAIAN ISLAMI BAGI WANITA (TIGA SYARAT HIJAB)
Ada beberapa syarat yang harus dipahami remaja putri dan wanita muslim ketika hendak mengenakan hijab atau jilbab syar’i, sebagaimana dilansir situs Islam www.alsofwah.or.id.
PERTAMA, hendaknya menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikit pun, selain yang dikecualikan karena Allah berfirman, “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang biasa nampak.” (An-Nur: 31)
KEDUA, hendaknya hijab tidak menarik perhatian pandangan laki-laki bukan mahram. Agar hijab tidak memancing pandangan kaum laki-laki, maka harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Hendaknya hijab terbuat dari kain yang tebal, tidak menampakkan warna kulit tubuh (transfaran).
2. Hendaknya hijab tersebut longgar dan tidak menampakkan bentuk anggota tubuh.
3. Hendaknya hijab tersebut tidak berwarna-warni dan tidak bermotif.
Hijab bukan merupakan pakaian kebanggaan dan kesombongan, karena Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mengenakan pakaian kesombongan (kebanggaan) di dunia maka Allah akan mengenakan pakaian kehinaan nanti pada Hari Kiamat kemudian dibakar dengan Neraka.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dan hadits ini hasan).
Hendaknya hijab tersebut tidak diberi parfum atau wewangian berdasarkan hadits dari Abu Musa Al-Asy’ari, dia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Siapa pun wanita yang mengenakan wewangian, lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka dia adalah wanita pezina.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa‘i dan At-Tirmidzi, dan hadits ini Hasan).
….Hendaknya pakaian atau hijab yang dikenakan tidak menyerupai pakaian laki-laki atau pakaian kaum wanita kafir….
KETIGA, hendaknya pakaian atau hijab yang dikenakan tidak menyerupai pakaian laki-laki atau pakaian kaum wanita kafir, karena Rasulullah bersabda, sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud dan Ahmad, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka.”
Rasulullah juga mengutuk seorang laki-laki yang mengenakan pakaian wanita dan mengutuk seorang wanita yang mengenakan pakaian laki-laki. Wallahu ‘Alam. [ganna pryadha/voa-islam.comsumber: http://www.voa-islam.com/teenage/wanna-be-muslimah/2010/10/22/11191/jilbab-gaul-berpakaian-tapi-telanjang/
Jumat, 05 November 2010
smile :)
smile smile smile :)
senyum senyum senyum
kenapa tu senyum senyum sendiri?
e e e kenapa tuch xixixixi
lagi ada yang buat senyum-senyum sendiri ya?
e koq senyum kenapa senyum, koq gak ketawa....?
bersedekah dengan senyum...tapi ati2 sama senyum..jangan tersenyum karena ada perasaan mengejek..inget tersenyumlah dengan ikhlas hati menjadi damai.....insyaAllah
senyum senyum senyum
kenapa tu senyum senyum sendiri?
e e e kenapa tuch xixixixi
lagi ada yang buat senyum-senyum sendiri ya?
e koq senyum kenapa senyum, koq gak ketawa....?
bersedekah dengan senyum...tapi ati2 sama senyum..jangan tersenyum karena ada perasaan mengejek..inget tersenyumlah dengan ikhlas hati menjadi damai.....insyaAllah
Langganan:
Postingan (Atom)



