Kamis, 21 Oktober 2010

siapa diri ini

siapa diri ini?
siapa aku?
siapa kamu?
siapa kita?

kenapa kamu diam, kenapa aku diam, kenapa kalian diam, kenapa semua diam??
sudah hebatkah aku, sudah hebatkah kamu, sudah hebatkah kita, sudah hebatkan kalian, sudah hebatkah semuanya??
seberapa hebatkah aku, seberapa hebatkah kamu, seberapa hebatkan kita, seberapa hebatkah kalian?
pantaskah aku merasa hebat, pantaskah kamu merasa hebat, pantaskah kita merasa hebat, pantaskah kalian merasa hebat??

aku hanyalah makhluk kecil, yang tiada artinya
dihempas angin saja aku sudah lenyap

masihkah kita pantas untuk menganggap diri ini hebat
masihkah pantas diri ini menganggap tak berdosa
masihkah pantas diri ini menganggap akulah yang terbaik
masihkah pantas diri ini apatis terhadap sesama
masihkah pantas diri ini disebut sebagai makhluk yang bijak?

aku, kamu, dia, mereka, kita semua hanyalah makhluk yang tak berdaya
sekali hempas saja sudah seperti anay-anay kita berterbangan tak berbentuk lagi

aku hanyalah manusia biasa yang tak luput dari salah dan khilaf
aku tak memiliki apapun
semuanya hanyalah titipan dari-Nya

jadi kenapa kita harus diam
kenapa kita harus menjauh dari keramaian
sedang kita hanyalah makhluk biasa

kita bukan mahkluk suci yang tak ternoda

ayo kawan mari kita merenung sejenak

dengarlah

dengarlah bisik hatiku dipagi ini
dengarlah dengan hatimu pula
dengarlah aku ingin menyampaikan kisahnya
dengarlah....

kisah seorang gadis kecil
gadis kecil yang sedang bercanda pada ibu-bapaknya
gadis kecil yang berkerudung putih
gadis kecil yang tinggal dipedalaman

dengarlah ia hanya seorang gadis kecil yang tak memiliki apapun
dengarlah ia gadis kecil bermata indah
dengarlah ia gadis kecil yang berparas ayu itu

pagi ini ia harus berpuasa menahan lapar
dan entah nanti siang dia akan mendapatkan sesuap nasi atau tidak

namun gadis kecil itu tak pernah mengeluh kepada Rabb-nya
gadis kecil itu selalu ceria.....

adik kecil teruslah tersenyum seperti itu
senyummu menghangatkan relung-relung hatiku dipagi ini

Rabu, 20 Oktober 2010

nikmatnya sehat

sakit ini adalah peluntur dosaku
namun sehat begitu nikmat

Sabtu, 16 Oktober 2010

menunggu

aku telah bosan menunggu
dan aku tak mau ditunggu
jangan pernah menungguku
karena aku tak mau ditunggu

dan aku pun tak mau lagi menunggu

Kamis, 14 Oktober 2010

untuk saudariku yang cantik

satu pesan diterima, "da mb kangen dengan kata2 mutiara kamu, kirimin mb lagi ya"

untuk saudariku yang cantik, yang ada jauh disana..
kau tak butuh kata-kata mutiara dariku, kau tak perlu aku
yang kau butuhkan hanya Allah SWT
kau telah dipilihNya untuk menjalankan amanah itu
kau wanita kuat yang selalu melukis kekuatan diatas tangismu
kau wanita bersahaja dalam balutan kesederhanaanmu
kau wanita tegar dalam setiap masalah
teruslah seperti itu, karena kau adalah wanita pilihan....

jadikanlah shalat dan sabar sebagai penolongmu

untuk saudariku yang cantik

Rabu, 13 Oktober 2010

obat luar biasa

tiba-tiba lelaki berjas putih itu berteriak
aku telah menemukan obat yang luar biasa
obat yang mampu menyembuhkan penyakit seberat apapun
ketika ia ditanya, apakah obat itu?
ia pun menjawab "CINTA"

Selasa, 12 Oktober 2010

ikhtiarku

inilah bentuk ikhtiarku
jika ini yang terbaik untukku
maka aku yakin KAU akan memudahkan jalannya

inilah ikhtiarku
kupasrahkan diri hanya kepada PEMILIK JIWA ku

aku yakin ada segala hikma tersembunyi yang ingin KAU tunjukkan kepada kami hamba-MU yang lemah

pasrah ku pada keputusan-MU YA RABB

semende tunggu tubang

terlahir dari suku "semende" dan juga berarti aku harus menyandang sebagai "semende tunggu tubang"

tunggu tubang di sandang oleh anak perempuan tertua dalam keluarga semende
setiap anak tua perempuan harus menjadi "tunggu tubang"

ingin menggugat budaya ini dan terbang bebas bak burung elang yang mampu menjelajah langit biru

namun tidaklah semuanya membuat aku paling benar sendiri

adat ini telah ada sejak dahulu kala dan dipertahankan oleh generasi saat ini

ada banyak makna tersirat disana, yang kadang oleh mereka yang juga seharusnya menyandang "tunggu tubang" mengganggap dirinya tidak ada arti dalam keluarga tersebut jika hanya harus "tinggal dirumah saja".

pandangan itu telah kutepis jauh-jauh, adat ini harus tetap dilestarikan...

iman

iman bak mata pisau semakin ia diasah akan semakin tajamlah ia

asahan yang digunakan untuk mengasahnya adalah sabar, ikhlas dan syukur

Minggu, 10 Oktober 2010

sabar

"pahala dari sabar adalah sabar"

Sabtu, 09 Oktober 2010

...

sabar itu tak ada batasnya

penantian yang tak kunjung berakhir

adalah masa-masa yang indah

kenapa harus bersedih

ada banyak hal yang bisa kita lakukan dalam kesendirian ini

..............................................

pertengahan malam

Jumat, 08 Oktober 2010

meskipun kutertolak

meskipun setiap kali ku menghadap-Mu

ku tertolak

kan kuketuk terus pintu taubat-Mu

demi cinta-Mu kepadaku

Tanggamus, 09 Oktober 2010
meraih cinta-Nya

Rabu, 06 Oktober 2010

menyia-nyiakan kesempatan

inikah bentuk kekecewaanmu
inikah bentuk kemarahanmu
inikah bentuk kau sedang menolak
inikah bentuk perlawananmu

inikah yang kau inginkan

ketika semua orang berharap lebih padamu
sedang engkau tak pernah ingin menjadi orang lain

ketika semua orang mengelu-elukan namamu
ketika semua orang ingin menjadikan engkau seperti burung dalam sangkar emas
sedang engkau ingin terbang bebas diangkasa

sadarlah wahai jiwa yang memberontak
kau hidup untuk siapa
sadarlah wahai jiwa yang bergejolak
akan kemana langkah laki kau bawa

sadarlah wahai kau hati yang bisu
ada cinta mereka untukmu
mereka berharap padamu karena ada cinta disana

dikala pagi menyapa
tepian jurang, 07 Oktober 2010

nama itu

masya Allah
kenapa harus nama itu lagi
kenapa harus muncul lagi
penuh dengan sokongan bagi diriku

aku ingin bersahabat dengan lupa
namun tak pernah lepas dari nama itu

kenapa baru kusadari sekarang bahwa aku tidak seutuhnya bersahabat dengan lupa

penyesalan..bukan ini bukan penyesalan karena semuanya sudah tertuliskan
keputusan yang kuambil adalah yang sudah tertuliskan dalam taqdirku

menyelesaikan sesuatu yang tertunda membuatku hampir "gila"

ingin membawa diri kenegeri yang "lupa"
dan tak ingin kembali mengingat nama itu

Selasa, 05 Oktober 2010

ini gila!!!

hey bangun dari mimpi panjangmu
ini gila kawan
egoisme diri bisa menghancurkan hidup

kepura-puraan terhadap diri telah mengekangnya
menjadikannya seperti burung dalam sangkar

hey kawan temukan dirimu sendiri
kenalah dirimu lebih jauh lagi

diary, 5 Oktober 2010 09.13 WIB

Selasa, 21 September 2010

Dana Rp12 Miliar Untuk Renovasi Fasilitas Umum Makam Gus Dur

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah menggeluarkan anggaran Rp 12 miliar untuk tahap pertama perbaikan fasilitas umum di sekitar makam Gusdur di kompleks makam Ponpes Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.  "Perbaikan ini dengan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum," kata Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Indroyono di Kantor Wakil Presiden, Selasa (21/9).   
Menurut Indroyono, pemerintah akan memprioritaskan penyediaan fasilitas umum di sekitar makam. Misalnya, toilet, pelebaran jalan dan toko sovenir. Pemerintah akan mulai melaksanakan perbaikan pada tiga bulan ke depan. Anggarannya berasal dari  pemerintah pusat, pemerintah provinsi Jawa Timur dan pemerintah Kabupaten Jombang. "Usulannya sih ada Rp 180 miliar ada juga yang mengusulkan Rp 200 miliar," ujarnya.

Karena lokasi makam berdekatan dengan pondok pesantren Tebu Ireng, kata Indroyono, kehadiran peziarah bisa mengganggu aktivitas para santri.  Makam Gusdur biasanya dikunjungi tidak kurang dari tiga  ribu peziarah. Kalau fasilitas umum tidak diperbaikin dikhawatirkan menggung proses belajar mengajar di Pesantren Tebu Ireng.
Sebenarnya, lanjut Indroyono, pihak keluarga Gusdur mintanya makamnya biasa saja, tidak diperlu ada renovasi. "Mereka minta yang diurus itu luar-luarnya seperti jalan dan sebagainya dan itu sebenarnya sarana umum yang menjadi tugas pemerintah," katanya. "Jadi, itu  bukan perbaikan makam Gus Dur, melainkan merapikan kawasan wisata religi," katanya.
Gus Dur wafat 30 Desember 2009 lalu akibat  penyakit komplikasi yang dideritanya di RSCM, Jakarta. Kyai NU ini  dimakamkan dalam satu kompleks dengan ayah, KH Wahid Hasyim dan kakek, KH Hasyim Ashary pendiri Nadlatul Ulama.


EKO ARI WIBOWO
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2010/09/21/brk,20100921-279464,id.html

ehm kalo buat renovasi kuburan dananya segitu, bisa buat usaha rakyat kecil ratusan kepala keluarga tuch....

inilah negeriku.....bagaimana seseorang dimuliakan dalam perkuburannya, ahli agama telah mengabaikan adab-adab pemakaman yang ada...wallahualam

Kamis, 16 September 2010

bukan teman biasa

bertemu dengan kalian adalah anugerah bagiku
pertemuan yang tak pernah dikira sebelumnya

tak ada yang pernah menyangka pertemuan ini
kita dipertemukan dijalan-Nya

tetaplah menjadi sahabatku

kalian muslimah-muslimah pilihan

Rabu, 15 September 2010

Zainab binti Jahsy


Zainab binti Jahsy: Muslimah Patriotik, Berjiwa Besar dan Dermawan


DIA ADALAH Zainab binti Jahsy bin Riab bin Ya’mar Al-Asadiyah, dari Bani Asad bin Khuzaimah Al-Mudhari. Ibunya bernama Umayyah binti Abdul Muthalib bin Hasyim, dan paman-pamannya adalah Hamzah dan Al-Abbas, keduanya adalah anak Abdul Muthalib.


Zainab termasuk wanita yang taat dalam beragama, wara’, dermawan, dan baik. Selain itu, dia juga dikenal mulia dan cantik, serta termasuk wanita terpandang di Makkah. Nama aslinya adalah Barrah, namun Nabi Muhammad SAW menyebutnya Zainab. Dinyatakan dalam hadits Al-Bukhari dan Muslim, dari Zainab binti Abu Salamah, dia berkata, “Namaku adalah Barrah, akan tetapi Rasulullah kemudian memberiku nama Zainab.” (HR. Muslim dalam Al-Adab, 14/140).


Zainab memeluk Islam di Makkah dan sempat mengalami siksaan dari orang-orang kafir Quraisy. Namun dia tetap bersabar dan mengharapkan ridha Allah, hingga akhirnya dia ikut berhijrah ke Habasyah (Ethiopia). Bersama kaum muslimin lainnya, Zainab kembali ke Makkah, hingga akhirnya Allah mengizinkannya untuk berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah. Zainab termasuk wanita yang pertama kali berhijrah dan memiliki sikap patriot yang diabadikan dalam buku-buku sejarah.


…Zainab memiliki sikap patriot yang diabadikan dalam buku-buku sejarah…
Ketaatannya kepada Allah


Zaid adalah salah seorang hamba sahaya milik Khadijah binti Khuwailid. Ketika Rasulullah menikahi Khadijah, dia memberikan Zaid binti Haritsah kepada beliau. Dan itu terjadi sebelum masa kenabian Muhammad. Zaid kemudian tinggal di rumah Nabi Muhammad. Kemudian keluarga Zaid mencarinya ke Makkah, dan ingin menebusnya. Mereka datang kepada Nabi untuk memintanya dari beliau. Kemudian beliau memberi pilihan kepadanya antara tetap tinggal bersama beliau atau ikut keluarganya. Zaid lebih memilih untuk bersama Nabi daripada harus bersama keluarganya.


Rasulullah lantas keluar ke tempat Hajar Aswad, dan bersabda, “Wahai hadiri sekalian, saksikanlah bahwa Zaid adalah anakku, dia mewarisiku dan aku mewarisinya.” Beliau memanggilnya dengan Zaid bin Muhammad, hingga turunlah firman Allah:


“Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu” (Al-Ahzab 5).


Nabi Muhammad sangat menyayangi Zaid. Ketika Zaid telah memasuki usia menikah, beliau memilihkan Umamah (Zainab), anak perempuan dari bibinya. Namun Zainab dan saudaranya, Abdullah, tidak menyetujui pernikahan itu. Zainab berkata kepada Rasulullah, “Aku tidak rela akan diriku, sedangkan aku adalah gadis Quraisy.” Namun Nabi menghendaki agar Zainab dan Abdullah mau menerima pernikahan itu.


…Ketaatan, keridhaan, dan keikhlasan Zainab merefleksikan kekuatan iman dan relasinya yang baik dengan Allah…


Nabi berkata kepada Zainab, “Nikahilah dia, sesungguhnya aku telah meridhainya untukmu.” Sebelum Zainab ragu tentang pernikahan ini, Allah menurunkan firman-Nya:


“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” (Al-Ahzab 36).


Setelah ayat tersebut diturunkan, Zainab dan saudaranya berkata, “Kami menyetujui, wahai Rasulullah.” Zainab berkata, “Aku telah menyetujui untuk dinikahkan, wahai Rasulullah.” Beliau kemudian bersabda, “Aku Telah merestuimu.” Zainab kembali berkata, “Jadi, aku tidak berbuat maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, karena engkau telah menikahkannya denganku.”


Dengan sikapnya ini, Zainab telah memberikan contoh yang terbaik bagi kita dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Demikian, seharusnya sikap yang wajib dilakukan terhadap Allah dan Rasul-Nya. Menolak ketetapan dan hukum yang ditentukan Allah dan Rasul-Nya merupakan perilaku yang buruk, keras hati, serta tidak sesuai dengan sikap yang diajarkan Islam. Ketaatan, keridhaan, dan keikhlasan Zainab merefleksikan kekuatan iman dan relasinya yang baik dengan Allah.


…Zainab telah memberikan teladan terbaik dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Demikian, seharusnya sikap yang wajib dilakukan terhadap Allah dan Rasul-Nya...
Menjaga Lisan dari Kesalahan


Setelah berpisah dengan Zaid, Zainab kemudian dinikahi oleh Rasulullah. Dengan demikian, dia menempati kedudukan mulia, karena menjadi bagian dari Ummahatul Mukminin. Bahkan, Aisyah pernah berkata, “Tidak ada seorang pun dari istri-istri Nabi yang kedudukannya menyamaiku di sisi beliau selain Zainab.”


Sekalipun tampak ada persaingan antara Zainab dan Aisyah dalam mendapatkan kasih sayang Rasulullah, namun Zainab tetap membela Aisyah pada peristiwa tuduhan kebohongan (haditsul-ifki). Aisyah berkata, “Tidak ada seorang pun dari istri-istri Nabi yang kedudukannya menyamaiku di sisi beliau selain Zainab. Zainab telah dilindungi Allah dalam agama, sehingga dia tidak mengatakan kecuali yang baik.


Dalam suatu riwayat dari Aisyah, dia berkata, “Rasulullah bertanya kepada Zainab binti Jahsy tentang masalahku, dan beliau berkata kepada Zainab, “Apa yang engkau ketahui atau bagaimana pendapatmu?” Dia menjawab, “Wahai Rasulullah, aku melindungi pendengaranku dan penglihatanku. Demi Allah, aku tidak mengetahui kecuali yang baik.” Aisyah berkata, “Dialah yang menyamaiku dari istri-istri Nabi, maka Allah melindunginya dengan sikap wara’.”


Memang Allah telah melindunginya dan menjaga lisannya dari berkomentar buruk tentang Aisyah. Sikap ini merupakan sikap patriotik yang sungguh luar biasa. Kendati antara Aisyah dan Zainab seakan-akan terselip persaingan dalam mendapatkan kasih sayang Rasulullah, namun Zainab dengan besar hati membela madunya. Dia tidak menggunakan kesempatan itu untuk berkomentar tentang kehormatan Aisyah, dan tidak pula ada keinginan untuk menjelek-jelekkannya. Hendaknya muslimah belajar darinya bagaimana seharusnya menjalin hubungan dengan sesamanya.


…Zainab tidak memiliki kedengkian. Hendaknya muslimah belajar darinya bagaimana seharusnya menjalin hubungan dengan sesamanya..


Zainab tidak memiliki kedengkian kepada Aisyah. Islam telah mengajarkan kepada kita untuk toleran. Dengan kata lain, hubungan dengan sesama harus dibangun di atas dasar cinta, hormat, kasih sayang, dan keikhlasan. Dengan demikian, kehidupan akan berjalan sesuai dengan yang diridhai Allah dan Rasulullah.
Berinfak di Jalan Allah


Setelah Rasulullah wafat, Zainab konsisten untuk tetap tinggal di rumahnya untuk beribadah kepada Allah. Dia mengalami masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Khalifah Umar bin Al-Khatthab., Umar kerap memberikan tunjangan hidup kepada setiap istri Rasulullah sebanyak dua belas ribu Dirham.


Ketika Ummul Mukminin Zainab menerima tunjangan itu dari Umar, dia tidak menyisakan satu Dirham pun untuk dirinya. Dia menginfakkannya secara keseluruhan kepada kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Suatu ketika Umar bin Al-Khatthab mengirimkan kepadanya harta dalam jumlah banyak. Zainab lalu berkata, “Semoga Allah mengampuni Umar. Ummahatul Mukminin selain aku, lebih dermawan dalam membagi-bagikan harta ini.” Dikatakan kepadanya, “Semua harta ini untukmu.”


Zainab kemudian berkata, “Mahasuci Allah Yang Mahaagung.” Dia lalu menutupi harta itu dengan sebuah kain. Dia berkata, “Bungkuslah dengan kain.” Dia lalu menyuruh Barzah binti Rafi’, sembari berkata, “Wahai Barzah, masukkan tanganmu, lalu ambillah segenggam darinya dan bawalah kepada Fulan, kemudian kepada Bani Fulan.”


Zainab kemudian menyebutkan orang-orang dari kerabatnya, anak-anak yatim yang dikenalnya, dan orang-orang miskin. Barzah binti Rafi’ berkata, “Semoga Allah mengampuni dosamu, wahai Ummul Mukminin. Demi Allah sesungguhnya kita memiliki hak dalam dirham-dirham itu.” Zainab berkata, “Apa yang ada di bawah kain itu adalah milik kalian.”


Barzah berkata, “Kami lalu menghitung harta itu dan kami mendapatkannya sejumlah 1285 Dirham.” Zainab kemudian mengangkat tangannya ke langit dan berkata, “Ya Allah, semoga aku tidak lagi mendapatkan pemberian Umar setelah tahun ini.” Allah mengabulkan doa kezuhudannya, dan dia pun wafat pada tahun itu.


…Zainab dikenal sebagai wanita yang mulia, dermawan, dan selalu berlomba-lomba dalam kebaikan. Keagungan sikapnya mengindikasikan kekuatan iman dan hubungannya dengan Allah…


Demikianlah, kita menyaksikan sosok Zainab yang melihat harta sebagai fitnah. Dia dikenal sebagai wanita yang mulia, dermawan, dan selalu berlomba-lomba dalam kebaikan. Dia juga menjalin hubungan baik dengan para kerabat dan sanak keluarganya. Alangkah agung sikapnya dalam kehidupan. Hal itu mengindikasikan kekuatan iman dan hubungannya dengan Allah. [ganna pryadha/voa-islam.com]






sumber : http://voa-islam.com/muslimah/mujahidah/2010/09/11/9971/zainab-binti-jahsymuslimah-patriotikberjiwa-besar-dan-dermawan/

Selasa, 14 September 2010

kebingungan

mengapa manusia suka bingung??

saya pun sering bingung

bingung kenapa begini dan kenapa begitu

melihat tingkah saya sendiripun saya bingung

apalagi melihat tingkah orang kebanyakan

mengapa orang suka bingung???

manusia hanya makhluk yang lemah

tempatnya salah dan khilaf

wajar jika manusia sering bingung

melihat hal diluar kebiasaan menjadi bingung

ya manusia suka bingung...

saya juga bingung ini sedang menulis apa :)

Senin, 13 September 2010

kontroversi malam Isra`-Mi`raj

Kontroversi Peringatan Malam Isra' - Mi'raj

Oleh: Purnomo WD

Alhamdulilah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarganya, dan para sahabatnya hingga akhir zaman.

Isra' dan mi'raj merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah 'Azza wa Jalla yang menunjukkan kebenaran ajaran yang dibawa Rasul-Nya dan mulianya derajat beliau di sisi-Nya. Isra' dan mi'raj juga menjadi tanda-tanda kekuasaan Allah yang luar biasa dan ketinggian Allah atas seluruh makhluk-makhluk-Nya. Allah Ta'ala berfirman,

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra': 1)

Terdapat riwayat yang mutawatir bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dimi'rajkan ke langit, lalu seluruh pintunya dibukakan untuk beliau sehingga beliau sampai ke langit ke tujuh. Kemudian Allah mengajaknya berbicara sesuai dengan kehendak-Nya, dan mewajibkan shalat lima waktu kepada beliau yang sebelumnya diwajibkan sebanyak lima puluh waktu. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam terus menerus bolak-balik kepada Allah agar diberi keringanan sehingga Allah menetapkannya menjadi lima waktu; lima kali shalat dengan pahala lima puluh kali shalat, karena satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Puji dan syukur bagi Allah atas segala nikimat-Nya.

Malam terjadi Isra' dan Mi'raj tidak disebutkan oleh hadits shahih secara pasti dan tertentu, tidak pada bulan Rajab ataupun lainnya.

Malam terjadi Isra' dan Mi'raj tidak disebutkan oleh hadits shahih secara pasti dan tertentu, tidak pada bulan Rajab ataupun lainnya. Menurut keterangan para ulama, segala keterangan yang menyebutkan secara rinci dan pasti tentangnya tidak benar bersumber dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dan Allah memiliki hikmah yang dalam ketika menjadikan malam tersebut tidak bisa diketahui waktunya secara pasti oleh manusia.

Jikalau terdapat keterangan yang jelas tentang malam tersebut, maka kaum muslimin tidak boleh mengistimewakannya dengan pelaksanaan ibadah khusus dan merayakannya, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya tidak pernah merayakan malam Isra' - Mi'raj dan tidak pula menghususkannya dengan ibadah tertentu. Kalau seandainya merayakan malam Isra' - Mi'raj itu diperintahkan dalam Islam tentunya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah menjelaskannya kepada umatnya, baik melalui sabda atau perbuatannya. Jika benar telah ada keterangan dari beliau, tentunya diketahui dan dikenal serta diriwayatkan para sahabat radliyallahu 'anhum. Padahal mereka telah menukil segala sesuatu yang dibutuhkan oleh umat dari Nabinya shallallahu 'alaihi wasallam. Mereka tidak pernah meninggalkan dan menelantarkan sedikit dan sekecil apapun dari urusan dien (Islam). Bahkan, mereka adalah orang-orang yang sangat bersegera kepada kebaikan. Kalau saja perayaan Isra' dan Mi'raj disyariatkan tentunya mereka menjadi orang yang pertama kali merayakannya.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah manusia yang paling suka memberi nasihat kepada umat manusia, menyampaikan seluruh risalah yang diturunkan kepada beliau, dan menunaikan amanat. Seandainya mengagungkan malam Isra' - Mi'raj serta merayakannya termasuk ajaran Islam, pasti Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak akan lalai menyampaikannya dan tidak akan menyembunyikannya. Dan ketika tidak ada keterangan tentang itu, dapat dipastikan bahwa perayaan malam Isra' - Mi'raj dan mengangungkannya bukan bagian dari ajaran Islam. Sesungguhnya Allah telah menyempurnakan ajaran agama-Nya bagi umat manusia, mencukupkan nikmat atas mereka, dan mengingkari orang yang membuat syariat baru dalam Islam yang tidak pernah diizinkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Kitaabul Mubiin. Allah Ta'ala berfirman,

اَلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu." (QS. Al-Maidah: 3)

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang dzalim itu akan memperoleh adzab yang amat pedih." (QS. Al-Syuura: 21)

Dan ketika tidak ada keterangan tentang itu, dapat dipastikan bahwa perayaan malam Isra' - Mi'raj dan mengangungkannya bukan bagian dari ajaran Islam.

Terdapat riwayat shahih dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang warning terhadap bid'ah, bid'ah itu sesat, memperingatkan umat akan bahayanya, dan memerintahkan mereka agar menjauhinya. Terdapat dalam Shahihain, dari Aisyah radliyallahu 'anha, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

"Siapa yang mengada-adakan hal baru dalam urusan kami ini (Islam) yang tidak bersumber darinya, maka dia tertolak." Dan dalam riwayat Muslim,

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

"Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang bukan dari urusan kami (Islam), maka amalan tersebut tertolak."

Dan dalam Shahih Muslim, dari Jabir bin Abdillah radliyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda dalam khutbah Jum'atnya,

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

"Selanjutnya, maka sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebagi-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, dan seburuk-buruk urusan (agama) adalah yang diada-adakan, dan segala kebid'ahan adalah sesat." Imam al-Nasai menambahkan dengan sanad yang baik,

وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ

"Dan setiap kesesatan tempatnya di neraka."

Dan dari al-Irbadh bin Sariyyah radliyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menasihatkan kepada kami dengan satu nasihat penting yang membuat hati gemetar dan mata bercucuran. Lalu kami bertanya, "Ya Rasulallah, seolah-olah ini nasihat perpisahan, maka berwasiatlah kepada kami!" Lalu beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

"Aku wasiatkan kalian supaya bertaqwa kepada Allah, mendengarkan dan patuh, meskipun kalian dipimpin oleh seorang hamba sahaya. Sesungguhnya barangsiapa yang masih hidup di antara kalian sepeninggalku, maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karenanya, berpeganglah dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin al-Mahdiyyin. Gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham. Berhati-hatilah (jauhilah) perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena setiap bid'ah adalah kesesatan." (HR. Abu Dawud dan Al-Tirmidzi, beliau menilainya sebagai hadits hasan shahih). Dan hadits-hadits yang semakna masih banyak lagi.

Terdapat keterangan yang pasti dari kalangan sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan ulama salaf sesudah mereka yang memperingatkan bahaya bid'ah dan agar menjauhinya. Hal ini dikarenakan perkara bid'ah membuat tambahan dalam Islam, menyariatkan sesuatu (membuat ajaran baru) yang tidak diizinkan oleh Allah yang berarti dia meyakini bahwa dien Islam ini masih terdapat kekurangan, tidak sempurna. Berarti juga menuduh bahwa agama Islam belum paripurna, dan ini termasuk kerusakan yang besar serta menentang firman Allah Ta'ala,

اَلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu." (QS. Al-Maidah: 3)

Semoga keterangan ini menjadi pencerah bagi siapa yang menghendaki kebenaran dalam menyikapi fenomena perayaan malam Isra'-Mi'raj yang pada tahun 1431 Hijriyah ini bertepatan pada malam nanti, (09/07/2010). Sesungguhnya perayaan-perayaan ini tidak pernah dilakukan oleh Nabi, para sahabat, dan para imam sesudah mereka. Sesungguhnya perayaan ini bukanlah ajaran dien Islam yang telah disampaikan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan diwariskan para sahabat kepada generasi sesudah mereka hingga kepada kita.

Karenanya, kami memberanikan diri untuk memperingatkan kepada saudara-saudaraku kaum muslimin terhadap perkara baru dalam Islam ini, yaitu perayaan malam Isra'-Mi'raj.

Sesungguhnya Allah telah mewajibkan bagi kaum muslimin untuk saling memberi nasihat, menjelaskan syariat Allah kepada khalayak, dan Dia juga mengharamkan untuk menyembunyikan ilmu. Karenanya, kami memberanikan diri untuk memperingatkan kepada saudara-saudaraku kaum muslimin terhadap perkara baru dalam Islam ini, yaitu perayaan malam Isra'-Mi'raj. Perkara ini sudah tersebar di negeri-negeri kaum muslimin sehingga mereka menyangka hal itu termasuk ajaran dien. Kami memohon kepada Allah agar berkenan memperbaiki keadaan kaum muslimin, menganugerahkan kepahaman terhadap ajaran dien ini, melimpahkan taufiq untuk berpegang teguh dengan kebenaran dan mejauhi penyimpangan-penyimpangan. Sesungguhnya Allah Dzat Mahakuasa atas semua itu. (PurWD/voa-islam.com)

sumber:
http://www.voa-islam.com/islamia/aqidah/2010/07/09/7953/kontroversi-peringatan-malam-isrami%27raj/