Sabtu, 6 November 2010
gebyar paud se kabupaten tanggamus
lucu lucu anak-anakku
bermain pasir di tepi pantai
Senin, 08 November 2010
jilbab gaul no way
Pernahkah kita berpikir mengapa begitu banyak perempuan dan wanita muslim yang mengenakan ‘jilbab’, namun berpakaian sangat ‘provokatif,’ misalnya menampakkan lekuk-lekuk kemolekan tubuhnya? Fungsi jilbab yang semestinya diarahkan untuk menutupi aurat, seperti dada dan pinggul, justru malah diabaikan.
Sejatinya, penutup kepala seperti itu bukanlah jilbab dalam perspektif hijab yang disyariatkan Islam. Orang-orang lebih menyebutnya dengan “kerudung gaul”. Atau diistilahkan Milasari Astuti –dalam artikelnya di sebuah situs Islam— dengan istilah “jilbab cekek”, karena memang benar-benar hanya sebatas nyekek leher. Maksudnya, seorang perempuan muslim mengenakan kerudung yang menutupi kepala dan rambutnya, namun berpakaian tipis, transparan, atau ketat sehingga menampakkan lekuk tubuhnya. Semisal, kepala dibalut kerudung atau jilbab, namun berbaju atau kaos ketat, bercelana jean atau legging yang full pressed body, dan lain sebagainya.
Fenomena kerudung gaul atau jilbab cekek adalah fenomena yang sangat membingungkan bagi setiap muslim atau muslimah yang memahami ajaran Islam dengan benar. Ini mengingat, seorang perempuan atau wanita muslim yang mengenakan kerudung gaul, dalam benaknya dia ingin menutup aurat, namun juga ingin tampil pamer modis dan cantik.
Beberapa gelintir perempuan berkomentar, “Lho, masih mending memakai kerudung atau jilbab gaul, daripada tidak sama sekali?!” Yang lainnya menyatakan, “Ini kan masih belajar untuk menutup aurat.” Ya, kerudung gaul selalu dianggap lebih baik daripada tidak menutup aurat sama sekali. Atau juga dianggap sebagai sebuah proses belajar menutup aurat. Pernyataan-pernyataan tersebut sekilas tampak benar, namun sejatinya sungguh keliru. Karena seorang muslim diharuskan untuk menjalani setiap perintah syariat secara total atau kaffah.
Alih-alih menggunakan kerudung gaul untuk proses belajar menutup aurat, namun setelah itu terkadang lupa akan aturan syariat yang sebenarnya. Walaupun kemudian mereka sadar akan aturan yang sesungguhnya, namun kemudian sulit untuk berubah. Alih-alih dipandang sebagai sebuah kebaikan daripada tidak menutup aurat sama sekali, mereka justru beriman setengah-setengah.
….kerudung gaul tak ubahnya melecehkan syariat Islam dan sebagai bentuk penyaluran selera pribadinya semata. Mereka mengenakan simbol islami, tapi juga nggak mau meninggalkan mode yang sedang booming ….
Bagi para muslimah yang memahami benar ketentuan jilbab sesuai perintah teks Al-Qur‘an dan hadits, mengenakan kerudung gaul tak ubahnya melecehkan syariat Islam dan sebagai bentuk penyaluran selera pribadinya semata. “Maksudnya pengen mengenakan simbol islami, tapi juga nggak mau meninggalkan mode yang sedang booming saat ini. Akibatnya, dalam masalah kerudung aja mesti ada aturan main yang dibuatnya sendiri,” tulis salah seorang akhwat dengan id facebook Hilya Jae-hee, ketika mengomentari topik kerudung gaul.
Begitulah, bisa jadi, para wanita muslim berkerudung gaul berniat hendak menutup aurat, namun memiliki paradigma bahwa perempuan harus ‘mensyukuri’ keindahan tubuh yang telah Allah anugerahi, lalu memamerkannya kepada orang lain. Paradigma ‘bersyukur’ ini semakin meluas di negara-negara yang dikenal ketat menjaga tradisi keagamaan seperti di Timur-Tengah (Timteng). Lihat saja, kini sudah banyak majalah di negara-negara Timteng yang sampulnya memamerkan pose perempuan yang memperlihatkan perut dan bagian-bagian tubuh lainnya. Di luar negara-negara Timteng lainnya, sudah lebih parah dan berani lagi.
Bahkan lucunya, kini semacam ada pandangan yang menyatakan bahwa perempuan yang memilih untuk berjilbab panjang dan mengenakan gamis rapih, maka mereka akan kehilangan respek dari kaum lelaki. Padahal, ditilik dari sudut pandang Islam, perempuan dewasa yang tidak menutup aurat, justru merekalah yang akan kehilangan respek dari setiap muslim dan muslimah, dan kehilangan respek dari Allah tentunya.
Maraknya fenomena penggunaan kerudung gaul atau jilbab nyekek oleh para remaja putri dan wanita muslim, boleh jadi disebabkan pengetahuan mereka yang minim mengenai hijab (jilbab). Sehingga mereka hanya ikut-ikutan saja, sebab pemahaman keislamannya belum mumpuni. Atau mereka termakan berbagai propaganda musuh-musuh Islam yang ingin menggiring kaum muslimah keluar rumah dalam keadaan ‘telanjang’. Propaganda-propaganda yang menyimpulkan bahwa jilbab adalah pakaian adat wanita Arab saja, sampai kepada pelecehan dengan istilah pakaian tradisional. Hingga banyak dari kalangan kaum muslimah termakan olehnya dan meninggalkan jilbab yang syar’i.
Padahal, jilbab yang dikehendaki syariat bermakna milhâfah, berarti baju kurung atau semacam abaya yang longgar dan tidak tipis, atau kain (kisaa‘) apa saja yang dapat menutupi, atau pakaian (tsaub) yang dapat menutupi seluruh bagian tubuh. Di dalam kamus Al-Muhith dinyatakan bahwa ilbab itu laksana sirdab (terowongan) atau sinmar (lorong), yakni baju atau pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang dapat menutupi pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung.
….jilbab yang dikehendaki syariat bermakna milhâfah, berarti baju kurung atau semacam abaya yang longgar dan tidak tipis yang dapat menutupi seluruh bagian tubuh….
Dalam kamus Ash-Shahhah, Al-Jauhari menyatakan, “Jilbab adalah kain panjang dan longgar (milhafah) yang sering disebut mula’ah (baju kurung). Makna jilbab seperti inilah yang diinginkan Allah ketika berfirman, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab: 59)
Para ulama pakar tafsir pun sepakat, jilbab syar’i bermakna sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada. Hal ini membuat seorang muslimah tampak elegan, santun, bermartabat, dan tentunya berkepribadian islami.
Jika seorang wanita muslimah memakai hijab (jilbab), secara tidak langsung dia berkata kepada semua kaum laki-laki, “Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu serta kamu juga bukan milikku, tetapi aku hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku. Aku orang yang merdeka dan tidak terikat dengan siapa pun, dan aku tidak tertarik kepada siapa pun, karena aku jauh lebih tinggi dan terhormat dibanding mereka yang sengaja mengumbar auratnya supaya dinikmati oleh banyak orang.”
Sementara seorang wanita muslim yang mengenakan kerudung gaul atau jilbab nyekek, ber-tabarruj atau pamer aurat dan menampakkan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki lain, akan mengundang perhatian laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba. Secara tidak langsung dia berkata, “Silahkan kalian menikmati keindahan tubuhku dan kecantikan wajahku. Adakah orang yang mau mendekatiku? Adakah orang yang mau memandangiku? Adakah orang yang mau memberi senyuman kepadaku? Atau manakah orang yang berseloroh “Aduhai betapa cantiknya?”
….Wanita yang mengenakan kerudung gaul itu pamer aurat dan keindahan tubuh di depan kaum laki-laki lain. Mereka mengundang perhatian laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba….
Setiap laki-laki pun sontak berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya. Mata mereka akan menelanjanginya dari atas hingga mata kaki. Sehingga membuat laki-laki terfitnah, maka jadilah dia sasaran empuk laki-laki penggoda dan suka mempermainkan wanita.
Inilah mengapa para pengguna kerudung gaul diibaratkan berpakaian namun telanjang. Hal ini sebagaimana disinyalir Rasulullah dalam sabda beliau, “Dua golongan dari ahli neraka yang tidak pernah aku lihat: seorang yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang dia memukul orang-orang, dan perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggok-lenggok, kepalanya bagaikan punuk onta yang bergoyang. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya, sekalipun ia bisa didapatkan sejak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim)
Ketika ditanya mengenai sabda Nabi: “Berpakaian tapi telanjang”, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjawab, “Yakni wanita-wanita tersebut memakai pakaian, akan tetapi pakaian mereka tidak tertutup rapat (menutup seluruh tubuhnya atau auratnya).”
Ibnu ‘Abdil Barr mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun (berpakaian namun telanjang) adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Lihat: Jilbab Al-Mar‘ah Muslimah, 125-126).
….Rasulullah bersabda bahwa wanita berpakaian tapi telanjang (kasiyatun ‘ariyatun) itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya….
Al-Munawi, dalam Faidh Al-Qadir, mengatakan mengenai makna ‘berpakaian namun telanjang’, “Senyatanya memang wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya dia telanjang. Karena wanita tersebut mengenakan pakaian yang tipis sehingga dapat menampakkan kulitnya. Makna lainnya adalah dia menampakkan perhiasannya, namun tidak mau mengenakan pakaian takwa. Makna lainnya adalah dia mendapatkan nikmat, namun enggan untuk bersyukur pada Allah. Makna lainnya lagi adalah dia berpakaian, namun kosong dari amalan kebaikan. Makna lainnya lagi adalah dia menutup sebagian badannya, namun dia membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutupi) untuk menampakkan keindahan dirinya.”
Hal senada juga dikatakan oleh Ibnul Jauzi yang berpendapat bahwa makna kasiyatun ‘ariyatun ada tiga makna. Pertama, wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita seperti ini memang memakai jilbab, namun sebenarnya dia telanjang. Kedua, wanita yang membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutup). Wanita ini sebenarnya telanjang. Ketiga wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun kosong dari syukur kepada-Nya.
Kesimpulannya, wanita berpakaian telanjang adalah wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya, atau memakai pakaian ketat, sehingga terlihat lekuk tubuhnya, dan wanita yang membuka sebagian aurat yang wajib dia tutup.
PAKAIAN ISLAMI BAGI WANITA (TIGA SYARAT HIJAB)
Ada beberapa syarat yang harus dipahami remaja putri dan wanita muslim ketika hendak mengenakan hijab atau jilbab syar’i, sebagaimana dilansir situs Islam www.alsofwah.or.id.
PERTAMA, hendaknya menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikit pun, selain yang dikecualikan karena Allah berfirman, “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang biasa nampak.” (An-Nur: 31)
KEDUA, hendaknya hijab tidak menarik perhatian pandangan laki-laki bukan mahram. Agar hijab tidak memancing pandangan kaum laki-laki, maka harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Hendaknya hijab terbuat dari kain yang tebal, tidak menampakkan warna kulit tubuh (transfaran).
2. Hendaknya hijab tersebut longgar dan tidak menampakkan bentuk anggota tubuh.
3. Hendaknya hijab tersebut tidak berwarna-warni dan tidak bermotif.
Hijab bukan merupakan pakaian kebanggaan dan kesombongan, karena Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mengenakan pakaian kesombongan (kebanggaan) di dunia maka Allah akan mengenakan pakaian kehinaan nanti pada Hari Kiamat kemudian dibakar dengan Neraka.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dan hadits ini hasan).
Hendaknya hijab tersebut tidak diberi parfum atau wewangian berdasarkan hadits dari Abu Musa Al-Asy’ari, dia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Siapa pun wanita yang mengenakan wewangian, lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka dia adalah wanita pezina.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa‘i dan At-Tirmidzi, dan hadits ini Hasan).
….Hendaknya pakaian atau hijab yang dikenakan tidak menyerupai pakaian laki-laki atau pakaian kaum wanita kafir….
KETIGA, hendaknya pakaian atau hijab yang dikenakan tidak menyerupai pakaian laki-laki atau pakaian kaum wanita kafir, karena Rasulullah bersabda, sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud dan Ahmad, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka.”
Rasulullah juga mengutuk seorang laki-laki yang mengenakan pakaian wanita dan mengutuk seorang wanita yang mengenakan pakaian laki-laki. Wallahu ‘Alam. [ganna pryadha/voa-islam.comsumber: http://www.voa-islam.com/teenage/wanna-be-muslimah/2010/10/22/11191/jilbab-gaul-berpakaian-tapi-telanjang/
Jumat, 05 November 2010
smile :)
smile smile smile :)
senyum senyum senyum
kenapa tu senyum senyum sendiri?
e e e kenapa tuch xixixixi
lagi ada yang buat senyum-senyum sendiri ya?
e koq senyum kenapa senyum, koq gak ketawa....?
bersedekah dengan senyum...tapi ati2 sama senyum..jangan tersenyum karena ada perasaan mengejek..inget tersenyumlah dengan ikhlas hati menjadi damai.....insyaAllah
senyum senyum senyum
kenapa tu senyum senyum sendiri?
e e e kenapa tuch xixixixi
lagi ada yang buat senyum-senyum sendiri ya?
e koq senyum kenapa senyum, koq gak ketawa....?
bersedekah dengan senyum...tapi ati2 sama senyum..jangan tersenyum karena ada perasaan mengejek..inget tersenyumlah dengan ikhlas hati menjadi damai.....insyaAllah
Rabu, 03 November 2010
the sabeni
lirik-lirik lagu sore ini menemani ku didepan komputer ini
oh teknologi tambah canggih aja ya
kl dulu jari-jari sampai sakit memencet tuts-tust eh sekarang bisa denger musik sambil pencet keybord dihadapan layar monitor :) udah gitu udh bisa berselancar kemane aje *pake gaya bahasa bang sabeni
eh lagu lama dari sabeni yang ceria, unik, dan lucu
mulai dari bujangan, kompor meleduk, ujan gerimis, kamus kocak dll dah banyak lah ape aje semua kocak
atau lagu sang bango.....aha memang kang beni kocak, lagu yang dia ciptakan sederhana tapi menghibur
itulah seniman yang sesungguhnya, kata-kata sederhana bisa menjadi syair-syair yang unik
tak ada kata-kata yang mendayu-dayu
wah yang lebih doyan ma lagu yang mendayu-dayu atau yang ngebit-ngebit begituan mending dengerin ni lagu-lagu kocak
dengerin ni lagu kompor meleduk.....
jakarta kebanjiran,
dibogor angin ngamuk,
rumah ane kebakaran gare-gare kompor meleduk
rumah ane kebanjiran gare-gare got mampet
....aha...kang beni kayak hidup dijaman sekarang aje, padahal kan kang beni udeh lame ngadep sang pencipte....tapi kang beni jeli melihat sekitarnye...nah ni lirik ni "rumah ane kebanjiran gare-gare got mampet"
siapa tu yang bisa buat got mampet....masa pemerinteh yang duduk dikursi anget sono, die kan gak pernah tu nyambangin rumah ente...ya jelas ente dong yang buat tu got mampet, coba aje lu liat disekitar elu siapa yang buang sampah sembarang..jadi orang jangan sukanya cuma nyalahin orang aje...
noh lu liat dah banjir kan jadinye....puun-puun banyak lu jarah, sampah-sampah lu buang sembarangan.......
ups ade lage neh lirik kang beni "kompor meleduk"....walah kebakaran kan jadinye..pa lagi rumah ente yang padet begitu kagak ade jarak lagi dah..dndingnye aje udeh nyatu gitu same tetangge.....ya jelas aje kl ade ape2 cepet tu kebakaran menjalar kemane2, nah loh kenape elu semua doyan bangen idup ditempat begituan padahal neh dikampung masih ade neh lahan kosong *eh tapi lahannye udh dibeli same orang beduit buat tempat istirahat mereka ahahaha.....
kompor meleduk inget isu si ijo pakean ibu-ibu rumah tangge aje dah kang....
hihihihi kagak tau dah ni nulis apaan ya, lagi seneng aja pencet-pencet tuts-tutsnya..udeh lame ane kagak nulis-nulis ape-ape di mari
ahahaha bahasenye kagak nyambung euy...ikut-ikutan kang beni nih
mengenang H.Benyamin,S.Alm
madaniku
papan-papan kecil tersusun
membentuk sebuah bangunan kecil
berlapiskan karpet tipis
meja-meja sederhana, rak buku kecil menjadi penghias ruang kecil ini
ornamen kecil-kecil memberi warna-warni
pelangi telah terbit dua kali dari ruang kecil ini
menjadi sang bintang di dunia luar sana
perjuangan kalian baru dimulai sayang
madani sempat diam ditempat
namun kini madani kembali bercahaya
menunjukkan dirinya yang sesungguhnya
madaniku......semua kemampuanku
akan aku curahkan untuk madaniku
dalam setiap resah, galauku
madaniku telah menjadi obat bahagiaku
esok kita kan kembali berjuang
kebersamaan itulah tekad kita
keikhlasan saling berbagi itulah visi kita
demi generasi yang mumpuni
madani tumbuh dari ilalang pedalaman
seperti kepompong yang sedang menyiapkan sayap indah
kelak sayap-sayap itu akan tumbuh berwarna-warni dan siap untuk dikepakkan keangkasa
sepercik harapan madaniku.........
berebut jabatan
suasana sedikit panas hari ini
padahal hujan rintik-rintik mengguyur rerumputan yang sedang bergoyang
sedetik kemudian terdengar derai tangis diantara lelaki dewasa itu
keduanya berpelukan sambil berjabat tangan
perasaan haru bercampur aduk disana
jabatan telah melenakan sebuah kepercayaan dan persahabatan
kebutuhan yang semakin meningkat mampu mengambil berbagai cara
untuk menyingkirkan ilalang yang berada di ujung samudera
dia adalah guru yang selalu mengajarkan kebaikan
dia bukanlah orang yang suci, namun ia adalah orang baik yang pernah kutemui
pesannya selalulah menebarkan kebaikan dimanapun kau berada
tetap berkarya abu.....
tempatmu sekarang adalah ladang dakwah yang telah tertuliskan
kini kau bisa melaksanakan tugasmu tanpa ada perasaan tekanan
dan untuk kau bapak yang baru kukenal beberapa bulan ini
selamat menempati jabatan baru yang kau inginkan
semoga segala cara yang telah kau lakukan dapat membuatmu sadar bahwa tak selamanya yang kau anggap baik akan menjadi kebaikan bagi dirimu
tenangmu kini harus kau bayar dengan kegelisahan......
tenangmu kini semakin terkikis
untukmu Abu....teruslah berbagi kebaikan kepada kami....
sabar dan ikhlas akan permainan kasar ini
Allah SWT tahu yang terbaik untukmu
Sabtu, 30 Oktober 2010
masih ada cita-cita
aku ingin sekuat karang dilautan
tak hancur dihempas ombak yang begitu kuat menghantam
aku ingin sekuat para wanita kuat terdahulu
tapi aku hanya wanita biasa yang penuh dengan kelemahan
setiap detik aku berusaha untuk menentang
namun gejolak perlawanan terus berdatangan
aku tak semualia wanita terdahu,
aku hanya wanita yang terperdaya oleh duniawi
tapi izinkan aku untuk berencana menjalani hidup ini dengan caraku sendiri
aku punya rasa, aku punya keinginan, aku punya rasa iri dihati
melihat mereka yang sebaya denganku telah mendapatkan kehidupan dunia ini
bukan aku tak mau seperti mereka, bukan aku tak berusaha menggapainya
masih ada cita-cita didalam diri ini, masih ada pohon masa depan yang kurancang dengan tanganku sendiri
masih ada begitu banyak harapan dan impian....
tapi aku tak pernah lupa, jalan yang telah kupilih saat ini adalah jalan yang telah di tunjukkan-Nya padaku, tak ingin memungkiri ini adalah pilihanku aku pasrah dan ikhlas pada keadaan ini
kuatkan aku selalu menjalani hari-hari ini dengan Cinta dari-Mu Ya Allah
Kau telah menjagaku dari setiap "niat jahat" yang tiba-tiba muncul dari balik jeruji yang tersembunyi didalam jasad ini....
itu menunjukkan Kau begitu sayang padaku, lalu kenapa aku harus mengikuti perintah duniawi yang semakin memabukkan...
masih ada cita-cita itu dalam jasadku yang hampir membeku
tak hancur dihempas ombak yang begitu kuat menghantam
aku ingin sekuat para wanita kuat terdahulu
tapi aku hanya wanita biasa yang penuh dengan kelemahan
setiap detik aku berusaha untuk menentang
namun gejolak perlawanan terus berdatangan
aku tak semualia wanita terdahu,
aku hanya wanita yang terperdaya oleh duniawi
tapi izinkan aku untuk berencana menjalani hidup ini dengan caraku sendiri
aku punya rasa, aku punya keinginan, aku punya rasa iri dihati
melihat mereka yang sebaya denganku telah mendapatkan kehidupan dunia ini
bukan aku tak mau seperti mereka, bukan aku tak berusaha menggapainya
masih ada cita-cita didalam diri ini, masih ada pohon masa depan yang kurancang dengan tanganku sendiri
masih ada begitu banyak harapan dan impian....
tapi aku tak pernah lupa, jalan yang telah kupilih saat ini adalah jalan yang telah di tunjukkan-Nya padaku, tak ingin memungkiri ini adalah pilihanku aku pasrah dan ikhlas pada keadaan ini
kuatkan aku selalu menjalani hari-hari ini dengan Cinta dari-Mu Ya Allah
Kau telah menjagaku dari setiap "niat jahat" yang tiba-tiba muncul dari balik jeruji yang tersembunyi didalam jasad ini....
itu menunjukkan Kau begitu sayang padaku, lalu kenapa aku harus mengikuti perintah duniawi yang semakin memabukkan...
masih ada cita-cita itu dalam jasadku yang hampir membeku
Jumat, 29 Oktober 2010
tak kan rela
| jalanan disepanjang jalan lam-bar (lampung barat) |
jakarta oh jakarta
padatnya rumah-rumah kemana lagi harus bernafas jika begini adanya
oh tidak
tak ada lagi hijaunya dedaunan
t
pantai pasir putih belum terjamah
jangan sampai ini berubah menjadi menakutkan seperti
alamku
jalan pagi-pagi di pedesaan
perkebunan jagung ehhmmmm yummmmi jagungnya bentar lagi siap panen
padi yang menghijau disepanjang jalan membuat sejuk hati
padi mengembang....
bagaikan air didaun talas xixixixixi
mentari pagi bersinar di simpang jalan
memandang laut
pegunungan tanggamus
sepanjang jalan menuju tanggamus jaya
perkebunan jagung ehhmmmm yummmmi jagungnya bentar lagi siap panen
padi yang menghijau disepanjang jalan membuat sejuk hati
padi mengembang....
bagaikan air didaun talas xixixixixi
mentari pagi bersinar di simpang jalan
memandang laut
pegunungan tanggamus
sepanjang jalan menuju tanggamus jaya
tawaran yang menggiurkan
tawaran itu datang lagi
sangat menggiurkan demi kebutuhan duniawi
disaat diri terjerembab dalam kemelut duniawi seperti ini
haruskah aku menerimanya?
jika yang kau cari adalah dunia maka terimalah tawaran ini
namun jika yang kau cari akhirat lupakanlah dan carilah dari jalan yang lain
kuatkah hatimu untuk tidak menyesali penolakan terhadap tawaran itu
ingatlah bahwa kau tidak hanya hidup didunia ini
Dia sangat sayang padamu wahai makhluk yang bernyawa
secara tidak langsung kau telah dilindunginya
sadarlah dirimu dari buaian setan yang begitu menggoda
kuatkan hatimu.....ingatlah ada yang selalu mencatat setiap tindak tandukmu
dilema hati menentukan keputusan menerima atau menolak suatu kesempatan emas untuk kehidupan duniawi
tanggamus, 29 Oktober 2010.....
sangat menggiurkan demi kebutuhan duniawi
disaat diri terjerembab dalam kemelut duniawi seperti ini
haruskah aku menerimanya?
jika yang kau cari adalah dunia maka terimalah tawaran ini
namun jika yang kau cari akhirat lupakanlah dan carilah dari jalan yang lain
kuatkah hatimu untuk tidak menyesali penolakan terhadap tawaran itu
ingatlah bahwa kau tidak hanya hidup didunia ini
Dia sangat sayang padamu wahai makhluk yang bernyawa
secara tidak langsung kau telah dilindunginya
sadarlah dirimu dari buaian setan yang begitu menggoda
kuatkan hatimu.....ingatlah ada yang selalu mencatat setiap tindak tandukmu
dilema hati menentukan keputusan menerima atau menolak suatu kesempatan emas untuk kehidupan duniawi
tanggamus, 29 Oktober 2010.....
Rabu, 27 Oktober 2010
becelatu kuday
hasil copas dari file lama
kamus bahasa
bahasa yang baik dan benar
Majuh = Makan
Dedumbet = Bejalan Lambat
Beguyur = Pelan-pelan
Lame = Lama
Tekelisuh = Keseleo
Gancang = Cepat
Buri = Paon = Belakang
Bejirih = Bercerita
Bange = Buyan = Bodoh
Semende = Nikah
kudai = bentar
kelle = tunggu
pendekil = kosetan = korek api
batakke = taruh
duare = jendela = pintu
katup = tutup
kabba = kamu
UNCAM-UNCAM = sarapan
LALI = Gila
BELIGAT = berputar
DEDEMBAT = berjalan kaki menghentakDENGAH = kamu (panggilan utk laki2 ke perempuan atw sebalikny)
KERBAI = perempuan yang sudah pnya suami
BATIN = laki2 yg sudah pnya istri
MUANAI = saudara laki2
KELAWAI = saudara perempuan
MILU = ikut
PUCUK = atas
TUAPE = apa
LUK MANE = bagaimana
KINA'I = Lihat
BUSUNG = perut
KETING = kaki
SARE = Susah
BEGHADU = berhenti/istirahat
SAPUT = selimut
RETINYE = artinya
KINAH = Saja
ASAK = asal
AGI = lagi
ENJUK = memberi
DUMI = Rakus
JABAN = Keterlaluan
ENGKUAYE = Kamu (Sapaan kpd mertua)
SAPEAN = Lapar
GELGASAN = Badan Terasa Panas Dingin
ANAK BUNTING = Menantu perempuan
PAUN = BURI = Belakang
SANGSILE = Pepaya
SELEME = Pilex
BESILE = Ubi
NERAKUI = Duduk Termenung
Diamku, Aku Ingin Mencintaimu Karena Allah
Bukan Itu yg Kumau*...
- diamku bukan karena bisu
- tak melihatmu bukan kumelupakanmu
- acuhkan kata-katamu bukan kutelah bosan padamu
Sungguh!...karena kutakut salah niatku padamu..!!! :'))
- diamku bukan karena bisu
- tak melihatmu bukan kumelupakanmu
- acuhkan kata-katamu bukan kutelah bosan padamu
Sungguh!...karena kutakut salah niatku padamu..!!! :'))
selamat jalan
11.30 WIB, baru saja duduk membisu di kaki rumah
terdiam dalam keheningan siang
hanya terdengar suara kendaraan yang hilir mudik tiada henti
ditemani desir angin melalui lambaian dedaunan
tiba-tiba tersentak diri
akhirnya beranjak meninggalkan kursi malas
tubuh itu sudah membeku
hawa panas baru saja beranjak dari jasadnya
tubuh ringkih itu telah pulang untuk selamanya
tangan dan kakinya tak lagi hangat
merinding bulu kudukku merasakan dinginnya jasad lelaki tua itu
begitu tenang
hanya istri yang setia menemaninya
tak ada anak atau keluarga yang lain
pergi tak ada pesan ia akan pergi selamanya
tak berani diri untuk berkata
ikhlaskan beliau
serak suara tua disampingnya
dengan tabah wanita tua itu menyilangkan tangan lelaki tua itu
ia begitu pasrah
ya lelaki itu telah terbujur kaku
jasadnya telah ditinggalkan oleh jiwanya
dia telah berpulang dengan damai
lama kami bertatap untuk meyakinkan diri bahwa ia telah pergi
samar-samar suara serak mulai terdengar
ya....
menangislah
keluarkan semua sedu jangan ditahan
dan kemudian ikhlaskan beliau
innalillahi wainailaihi rojiun
semoga amal ibadahmu diterima disisi-Nya yang mulia
lelaki tua yang kujumpai siang ini
terdiam dalam keheningan siang
hanya terdengar suara kendaraan yang hilir mudik tiada henti
ditemani desir angin melalui lambaian dedaunan
tiba-tiba tersentak diri
akhirnya beranjak meninggalkan kursi malas
tubuh itu sudah membeku
hawa panas baru saja beranjak dari jasadnya
tubuh ringkih itu telah pulang untuk selamanya
tangan dan kakinya tak lagi hangat
merinding bulu kudukku merasakan dinginnya jasad lelaki tua itu
begitu tenang
hanya istri yang setia menemaninya
tak ada anak atau keluarga yang lain
pergi tak ada pesan ia akan pergi selamanya
tak berani diri untuk berkata
ikhlaskan beliau
serak suara tua disampingnya
dengan tabah wanita tua itu menyilangkan tangan lelaki tua itu
ia begitu pasrah
ya lelaki itu telah terbujur kaku
jasadnya telah ditinggalkan oleh jiwanya
dia telah berpulang dengan damai
lama kami bertatap untuk meyakinkan diri bahwa ia telah pergi
samar-samar suara serak mulai terdengar
ya....
menangislah
keluarkan semua sedu jangan ditahan
dan kemudian ikhlaskan beliau
innalillahi wainailaihi rojiun
semoga amal ibadahmu diterima disisi-Nya yang mulia
lelaki tua yang kujumpai siang ini
Jumat, 22 Oktober 2010
waktunya istirahat
maafkan jika ada salah kata yang terucapa dari kebosanan ini
waktunya aku istirahat untuk sementara waktu
tumpukan kertas telah kembali memanggilku
tak ada jurnal
tak ada audit
tak ada dunia maya
tak ada gaji juga xixixixixi
menjelang menemui tumpukan kertas dan kejenuhan yang panjang :(
waktunya aku istirahat untuk sementara waktu
tumpukan kertas telah kembali memanggilku
tak ada jurnal
tak ada audit
tak ada dunia maya
tak ada gaji juga xixixixixi
menjelang menemui tumpukan kertas dan kejenuhan yang panjang :(
ayah
tanganmu kini telah tampak begitu kasar
rambutmu kian memutih
napasmu mulai terasa terengah-engah
dalam dekapan hangatmu
tak ingin aku melepaskannya
ayah....semua kau lakukan untuk membesarkan kami
dalam hujan, teriknya cuaca tetap saja kau berjalan demi kelangsungan hidup kami
ayah, hingga kini kau masih terus seperti itu bagi kami
belum dapat kami membalas semua yang telah kau berikan pada kami
ayah, dirimu begitu mengerti akan keadaan kami
sedikit kau memaksa kami, tapi semuanya adalah demi kebaikan kami dan demi tanggung jawabmu pada kami
ayah, tangan kasar itu tak kan ingin kulepaskan
rambutmu kian memutih
napasmu mulai terasa terengah-engah
dalam dekapan hangatmu
tak ingin aku melepaskannya
ayah....semua kau lakukan untuk membesarkan kami
dalam hujan, teriknya cuaca tetap saja kau berjalan demi kelangsungan hidup kami
ayah, hingga kini kau masih terus seperti itu bagi kami
belum dapat kami membalas semua yang telah kau berikan pada kami
ayah, dirimu begitu mengerti akan keadaan kami
sedikit kau memaksa kami, tapi semuanya adalah demi kebaikan kami dan demi tanggung jawabmu pada kami
ayah, tangan kasar itu tak kan ingin kulepaskan
ibu
melahirkan aku
dia yang telah merawat aku dengan penuh kasih
dia yang telah mengajarkan aku banyak hal
ibu selalu ada dalam setiap langkahku
dia tak pernah lelah memberikan motivasinya
ibu, dalam setiap doa panjangmu, tak kelu lidahmu memuji kebesaran-Nya
ibu, cintamu tak bisa kami tebak namun engkau memberikan yang terbaik bagi kami anak2mu
engkau mempunyai rencana yang indah buat kami
engkau wanita tangguh
ibu, terimakasih atas semuanya
dalam setiap keluhku ibu selalu memberikan dorongan untuk bangkit
i luv u mom...
dia yang telah merawat aku dengan penuh kasih
dia yang telah mengajarkan aku banyak hal
ibu selalu ada dalam setiap langkahku
dia tak pernah lelah memberikan motivasinya
ibu, dalam setiap doa panjangmu, tak kelu lidahmu memuji kebesaran-Nya
ibu, cintamu tak bisa kami tebak namun engkau memberikan yang terbaik bagi kami anak2mu
engkau mempunyai rencana yang indah buat kami
engkau wanita tangguh
ibu, terimakasih atas semuanya
dalam setiap keluhku ibu selalu memberikan dorongan untuk bangkit
i luv u mom...
motivasi lagi
pasrah jika, keadaan kita sudah tidak memungkinkan untuk berubah atau merubah keadaan sekitar kita
berpikir jika, akal kita dapat dan mampu merubah keadaan sekitar kita
berjuang jika, kita sanggup dan mampu merubah keadaan sekitar kita sesuai dengan pemikiran kita
"Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman." (Al-Maidah: 23).
Langganan:
Postingan (Atom)










